Saturday, May 5, 2018

Rossi Pilih Fokus Balapan ketimbang Pikirkan Masalahnya dengan Marquez

AUSTIN – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku tidak terlalu memikirkan masalahnya dengan rider Repsol Honda, yakni Marc Marquez, akan berlanjut atau tidak. Menurut pembalap berjuluk The Doctor itu, ia lebih memilih untuk memikirkan balapan selanjutnya yang akan dilaksanakan di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, Senin 23 April 2018 dini hari WIB. Insiden antara Rossi dan Marquez menjelang balapan seri Amerika Serikat memang masih hangat dibicarakan oleh para penikmat MotoGP. Pasalnya, dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina itu, Rossi harus menanggung kerugian yang cukup besar karena ulah mengendara Marquez yang terlalu liar.
Alhasil, Rossi terjatuh dari motornya karena disenggol oleh The Baby Alien –julukan Marquez– ketika balapan memasuki lap ke-20. Meskipun The Baby Alien sudah meminta maaf ketika menjatuhkan Rossi, namun The Doctor tetap tidak menerima perilaku yang sudah ditunjukkan Marquez tersebut. Rossi pun bersusah payah agar dapat mencapai garis finis dan harus puas berada di urutan ke-19. Kendati demikian, Rossi mengaku tidak terlalu memikirkan apakah permasalahan tersebut akan berlanjut di COTA atau tidak. Menurut pembalap berpaspor Italia itu, ia lebih mementingkan bagaimana caranya agar keluar sebagai pemenang di balapan tersebut. “Sejujurnya, saya tidak terlalu tahu (terkait masa depan permasalahannya dengan Marquez). Satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah mengenai masa depan dan tentang balapan akhir pekan ini,” ucap Rossi, dikutip dari Crash, Jumat (20/4/2018). “Saya pikir sangat penting untuk kembali fokus ke lintasan balap dan mengendarai motor saya. Mencoba untuk memperlihatkan kemampuan semaksimal mungkin dan bekerja keras dengan tim,” tambah pembalap berusia 39 tahun itu. Usai tidak membawa poin sama sekali kala melakoni seri Argentina, lantas membuat Rossi ingin tampil sebagai pemenang di balapan selanjutnya. Hal tersebut tentu diperlukan agar The Doctor dapat terus bersaing untuk meraih gelar juara MotoGP 2018. Akan tetapi, keinginan Rossi untuk menjadi yang teratas pada podium di seri Amerika Serikat tampaknya agak sedikit sulit. Sebagaimana diketahui, Marquez sudah meraih kemenangan lima kali secara beruntun dalam kompetisi yang diselenggarakan di Negeri Paman Sam tersebut. Meski begitu, Rossi tetap optimis dapat meraih hasil yang maksimal. “Sebenarnya, saya sangat senang berada di sini (GP Amerika Serikat) karena lintasan ini sangatlah sulit. Jadi, Anda memiliki banyak tugas yang harus dipersiapkan. Lintasan tersebut sangat panjang dan memiliki banyak sekali tikungan. Kami harus memikirkan hal tersebut. Kami harus bekerja semaksimal mungkin,” tutup Rossi.

Friday, May 4, 2018

Aleix Espargaro Enggan Pesimis Setelah Jalani 2 Balapan Mengecewakan

Aleix Espargaro Enggan Pesimis Setelah Jalani 2 Balapan Mengecewakan
AUSTIN – Hasil tidak memuaskan didapat pembalap Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro, pada dua seri pertama MotoGP 2018 yang masing-masing dilangsungkan di Sirkuit Losail, Qatar, dan Termas de Rio Hondo, Argentina. Namun begitu, nyatanya Espargaro enggan pesimis dan tetap percaya diri menyambut balapan berikutnya. Pada balapan seri pembuka di Qatar, Espargaro hanya mampu menyelesaikan balapan dengan finis di posisi ke-19. Sedangkan saat berlaga di Argentina, pembalap berpaspor Spanyol itu justru tak bisa melaju hingga garis finis. Espargaro juga sempat bersinggungan dengan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, pada balapan di Argentina tersebut. Tak ayal, saat ini Espargaro pun masih berada di posisi bawah klasemen pembalap karena belum memperoleh poin satu pun. Diakui oleh pembalap 28 tahun itu bahwa kegagalannya di dua seri sebelumnya berada di luar kendalinya. Maka dari itu, ia tidak merasa begitu kecewa atau menyalahkan diri sendiri. Maverick Vinales vs Aleix Espargaro Pasalnya, di dua balapan tersebut Espargaro menilai kalau ia telah mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin. Namun, pada kenyataannya apa yang terjadi di lintasan dan hasil yang didapat bicara lain. Setelah dua balapan tersebut, Espargaro mengaku kalau ia sempat berada pada posisi yang sulit. Kendati demikian, kini jelang seri ketiga MotoGP 2018 yang bakal dihelat di Sirkuit Austin, Amerika Serikat, Espargaro sudah berada pada kondisi terbaiknya lagi. Disebutkan olehnya faktor yang membuatnya kembali optimis adalah karena ia telah beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarganya. “Qatar dan Argentina bukanlah dua balapan yang beruntung bagi saya. Pada dua kesempatan itu, saya sebenarnya merasa bagus dan kami telah mempersiapkan dengan baik untuk balapan, namun kami tidak bisa memperoleh poin karena masalah-masalah tak terduga,” ucap Espargaro, menukil dari Crash, Jumat (20/4/2018). “Selama jeda sebelum balapan di Texas, saya mencoba beristirahat dan memulihkan energi saya bersama keluarga saya – semacam mengulang kembali untuk menemukan perasaan positif jelang balapan berikutnya. Itu tidaklah mudah, namun saya tahu bahwa saya selalu memberikan semuanya. Jadi, kami harus tetap fokus dan melanjutkan pekerjaan,” pungkas Espargaro.

Thursday, May 3, 2018

Morbidelli Masih Butuhkan Banyak Waktu untuk Beradaptasi dengan RC213V

Morbidelli Masih Butuhkan Banyak Waktu untuk Beradaptasi dengan RC213V
AUSTIN – Pembalap Marc VDS Honda, Franco Morbidelli, mengaku masih membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk beradaptasi dengan kuda besi RC213V miliknya. Ia menilai saat ini masih belum menemukan perasaan yang tepat dengan motor Honda. Sebagaimana diketahui, mantan pembalap Moto2 tersebut hanya mampu finis di urutan ke-12 dalam balapan pembuka di Sirkuit Losail, Qatar pada Minggu 18 Maret 2018. Tentunya hasil ini masih belum terlalu buruk bagi seorang pemula, pasalnya ia masih memiliki kemampuan untuk bersaing dengan kompetitif melawan para pembalap senior. Pada balapan seri kedua di Argentina pada 9 April 2018, Morbidelli justru semakin merosot dengan finis di posisi ke-14. Meski demikian, anak didik pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi tersebut masih mampu meladeni tekanan yang diberikan oleh pembalap Ducati Corse, Jorge Lorenzo yang tepat berada di belakangnya. Singkat kata, pembalap berkebangsaan Italia tersebut mengaku masih membutuhkan lebih banyak waktu dengan motor Hondanya dengan upaya menambah pengalaman dan jam terbang membalap di kelas MotoGP. Ia juga masih perlu memahami karakteristik ban Michelin untuk dipergunakan dalam setiap lintasan. Morbidelli juga menilai balapan di Sirkuit Austin, Texas, Amerika Serikat, akan menuntut kekuatan fisik yang sangat besar. Pasalnya terdapat banyak tikungan dengan zona pengereman keras serta bentuk lintasan yang sangat teknis. Oleh sebab itu ia mengatakan akan terus bekerja keras dengan timnya agar menemukan pengaturan terbaik untuk melintasi sirkuit sepanjang 5,5 kilometer tersebut. “Saya masih membutuhkan lebih banyak putaran dengan menggunakan RC213V. Lebih banyak pembalap dan lebih banyak pekerjaan untuk memahami motor dan ban dengan lebih baik,” cetus Morbidelli, sebagaimana diberitakan Honda Pro Racing, Jumat (20/4/2018 “Singkatnya, kami membutuhkan lebih banyak pengalaman, jadi sekarang, setiap balapan adalah kesempatan untuk melanjutkan proses pembelajaran. Membalap di COTA sangat menuntut kekuatan fisik, tetapi ini juga sangat teknis, sehingga menemukan pengaturan yang baik dengan cepat akan sangat penting,” sambungnya.

Wednesday, May 2, 2018

Crutchlow Bahagia Pembalap Tim Satelit Tampil Kompetitif di MotoGP 2018

Crutchlow Bahagia Pembalap Tim Satelit Tampil Kompetitif di MotoGP 2018
AUSTIN – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mengaku senang karena dirinya dan para rider satelit lain tampil luar biasa di awal-awal balapan MotoGP 2018. Terlebih lagi, dalam seri grand prix (GP) Argentina, Crutchlow dan Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3) dapat menempati posisi podium. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Crutchlow memang tampil luar biasa. Pasalnya, ia harus bersaing ketat dengan pembalap–pembalap lain dalam race tersebut. Belum lagi kondisi lintasan yang tidak menentu, ada masih basah dan ada pula yang sudah mengering. Hal itu dikarenakan sebelum balapan, lintasan sempat diguyur hujan. Meski begitu, Crutchlow mampu mengatasi permasalahan tersebut dan keluar sebagai pemenang dalam balapan tersebut. Sementara itu, pembalap tim satelit lainnya, yakni Zarco finis di urutan kedua dan Jack Miller (Pramac Ducati) berada di posisi keempat. Tak ayal, Crutchlow pun mengaku senang karena para pembalap tim satelit dapat berbicara banyak di dua seri balapan MotoGP 2018, khususnya pada GP Argentina. Menurutnya, dengan perbedaan sumber daya yang dimiliki tim satelit dan tim pabrikan, tak membuat mereka tidak mampu tampil kompetitif. “Perbedaan kami (tim satelit) dengan tim pabrikan hanyalah pada sumber dayanya, namun hal itu memang cukup besar. Terlepas dari hal tersebut, sangat membanggakan bagi kami bertiga (Crutchlow, Zarco, dan Miller) dapat tampil kompetitif dengan tim pabrikan lainnya,” ucap Crutchlow, seperti yang diwartakan Crash, Jumat (20/4/2018). “Di seri Qatar, kami bertiga memang sudah tampil kompetitif dengan tim pabrikan lainnya. Saya tahu ini baru di awal musim. Ketika memasuki pertengahan tahun, mungkin saja kami finis beberapa menit di belakang mereka. Saya tidak tahu pasti akan hasilnya nanti. Akan tetapi, untuk sekarang ini, sangat bagus bahwa saya dapat memenangkan suatu balapan,” tambah pembalap berpaspor Inggris itu. Kini, pembalap berusia 32 tahun itu berada di puncak klasemen sementara MotoGP 2018 dengan perolehan 38 poin. Crutchlow unggul tiga angka dari pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso, yang duduk di posisi kedua.

Tuesday, May 1, 2018

Espargaro: Apa yang Dilakukan Marquez dan Petrucci Bahayakan Pembalap Lain!

AUSTIN – Meski balapan seri MotoGP Argentina 2018 telah usai, pembalap Tim Aprilia Gresini mengaku masih geram dengan dua pembalap, yakni Marc Marquez (Repsol Honda) dan Danilo Petrucci (Pramac Ducati) yang telah melakukan tindakan berbahaya dalam balapan tersebut. Pasalnya, kedua rider tersebut sempat menyenggol Espargaro ketika balapan berlangsung. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo tersebut, Espargaro memang bernasib sial lantaran dua kali harus disenggol pembalap lain. Terlebih lagi, ia gagal mencapai garis finis di balapan tersebut. Hal tersebut tentu membuat Espargaro geram. Pasalnya, lagi-lagi Espargaro pulang tanpa membawa poin di balapan tersebut. Lantas, Espargaro pun menyebut tindakan kedua pembalap tersebut sudah dapat dikatakan sebagai menabrak rider lain, dan bukan lagi sebuah kontak yang membuat balapan berlangsung sengit. Menurutnya, hal tersebut sangat berbanding jauh. “Dalam suatu balapan, saling beradu atau saling melakukan kontak dengan pembalap lain adalah hal yang wajar. Sebenarnya, saya adalah pembalap yang mendukung hal tersebut. Jika hal tersebut tidak terjadi, maka race akan sangat membosankan,” ucap Espargaro, seperti diwartakan Crash, Jumat (20/4/2018). “Beradu kontak dan melewati pembalap lain dengan sangat ketat, saya setuju akan hal tersebut. Itu sangat menyenangkan. Memberikan adrenalin untuk orang-orang. Tapi, satu hal yang perlu diingat, melakukan kontak dengan menabrak pembalap lain adalah hal yang berbeda. Secara jelas itu adalah dua hal yang berbeda dan hal tersebut tidak terlalu sulit untuk membedakannya,” lanjut pembalap berusia 28 tahun itu. Menurut Espargaro, jika pembalap menyentuh rider lain untuk melewatinya tentu merupakan hal yang wajar. Apalagi di dalam gelaran balap MotoGP, tentu itu akan menjadi bumbu-bumbu penyedap dalam sebuah race. Akan tetapi, apa yang dilakukan Marquez dan Petrucci kepadanya adalah bukanlah sebuah kontak biasa, melainkan ditabrak. Kendati demikian, Espargaro dan Aprilia Gresini merencanakan akan melaporkan tindakan Marquez dan Petrucci tersebut kepada pihak komisi keamanan MotoGP. Hal itu agar dapat diberikan sanksi yang setimpal atas perbuatan yang telah mereka lakukan pada seri Argentina.

Monday, April 30, 2018

Catatan Apik Dovizioso Belum Bisa Dongkrak Performa Lorenzo

Catatan Apik Dovizioso Belum Bisa Dongkrak Performa Lorenzo BOLOGNA - Rider Tim Ducati, Jorge Lorenzo benar-benar menemui kesulitan untuk beradaptasi dengan Desmosedici GP18 miliknya. Kepala kru Lorenzo, Christian Gabarrini, bahkan menyatakan pembalap asal Spanyol tersebut tak terbantu dengan data dari Andrea Dovizioso.
Pada seri pertama di Qatar, rider asal Spanyol itu gagal finis setelah mengalami masalah dengan sistem pengereman motornya. Selanjutnya pada seri kedua yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo Argentina, pembalap berjuluk X-Fuera itu tidak bisa berbuat banyak dan hanya menyelesaikan balapan di urutan ke-15. Dengan hasil mengecewakan pada dua seri awal tersebut, mantan rekan satu tim Valentino Rossi itu baru mendapatkan satu poin dan berada di posisi ke-20 klasemen perolehan poin sementara. Lorenzo mengatakan, perubahan yang terjadi pada sasis Ducati GP18 membuat dirinya harus kembali mencari setting-an yang pas. Bahkan data milik rekan satu timnya, Dovizioso sama sekali tak berpengaruh untuk memperbaiki performa Lorenzo di atas Desmosedici sejak bergabung ke Ducati pada akhir 2016. ”Sangat luar biasa kami memiliki semua data (termasuk dari Dovizioso). Jika Anda butuh bantuan, banyak orang dengan hati membantu Anda. Tapi, gaya membalap mereka terlalu berbeda," kata Gabarrini, seperti dilansir Speedweek, Jumat (20/4/2018). “Ducati punya atmosfer yang sangat bagus. Gigi Dall'Igna (Bos Ducati) tahu segalanya, dia selalu terlibat. Dia punya banyak pengalaman di berbagai kelas. Itulah kenapa pendapat dia selalu membantu. Namun terkadang Gigi melihat sesuatu yang hanya bisa Anda dapatkan dari luar dengan melihat gambaran secara menyeluruh," sambungnya. Gabbarini juga menambahkan, masalah Lorenzo dengan Desmosedicinya kemungkinan hanya masalah waktu penyesuaian. Seperti diketahui, sebelumnya pembalap berjuluk X-Fuera tersebut menggunakan Motor Pabrikan Jepang saat membela Tim Movistar Yamaha. “Masalah akan tetap ditemui setiap pembalap denga motornya. Motornya sekarang diproduksi di Eropa. Masalah yang ditemui Lorenzo saat ini pasti berbeda saat dirinya menggunakan motor pabrikan Jepang,” tutup Gabbarini

Sunday, April 29, 2018

Marquez Telah Lakukan Banyak Persiapan Menjelang Balapan di Austin

Marquez Telah Lakukan Banyak Persiapan Menjelang Balapan di Austin AUSTIN – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, akan berjuang keras untuk meraih kemenangan pada balapan seri ketiga MotoGP 2018 di Sirkuit Austin, Amerika Serikat pada Senin 23 April 2018. Ia mengaku telah melakukan banyak persiapan untuk melibas sirkuit sepanjang 5,5 kilometer tersebut yang terkenal karena memiliki permukaan yang tidak rata. Berbicara terkait performa, Honda bisa dibilang cukup sukses dalam mengembangkan motornya untuk menjamu gelaran MotoGP musim 2018. Terbukti pembalap berjuluk The Baby Allien tersebut bisa tampil kompetitif hampir di segala lintasan. Sebagaimana diketahui, Sirkuit Austin memang menjadi lintasan milik Marquez. Sejak bergabung di kelas MotoGP, pembalap berusia 25 tahun tersebut berhasil meraih kemenangan lima kali beruntun dalam kompetisi yang diselenggarakan di Negeri Paman Sam tersebut. Oleh sebab itu Honda tentunya telah mempersiapkan paket balap terbaik untuk digunakan oleh Marquez untuk mempermudah pembalapnya meraih kemenangan keenam secara berturut-turut pada musim ini. Meski demikian, Marquez masih harus dituntut untuk mencari setingan balap yang cocok untuk melintas di Austin. Pengelola Sirkuit Austin kabarnya telah melakukan perbaikan untuk menghilangkan tonjolan yang berada di dalam lintasan. Hal ini tentunya membuat Marquez harus menata kembali settingan yang ia pergunakan terutama pada segi ban untuk mengaspal di sirkuit ini. “Tahun ini, telah banyak pekerjaan yang dilakukan untuk mengurangi tonjolan pada permukaan sirkuit. Jadi kami akan melihat bagaimana lintasannya,” imbuh Marquez, sebagaimana diberitakan Honda Pro Racing, Jumat (20/4/2018). “Seperti yang telah kami lakukan sejauh ini, selama akhir pekan kami akan memfokuskan pekerjaan kami pada pengaturan balapan. Kemudian pada Minggu, kami akan melihat di bagian mana kami dapat menyelesaikannya,” tandasnya. Saat ini Marquez berada di urutan kelima dalam papan klasemen pembalap sementara MotoGP musim 2018 dengan 20 poin. Ia harus bersaing dengan sengit agar mendapatkan poin tambahan untuk mengejar pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow yang bertengger di puncak klasemen dengan 38 poin.

Saturday, April 28, 2018

Vinales Optimis Tampil Konsisten di MotoGP 2018

Vinales Optimis Tampil Konsisten di MotoGP 2018
LESMO – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, mengaku dirinya belum sepenuhnya siap menjalani awal musim MotoGP 2018. Vinales mengalami sedikit masalah dengan YZR-M1 miliknya saat menjalani balapan Pramusim. Rider berpaspor Spanyol itu baru mendapatkan setting-an yang pas di atas kuda besinya sebelum seri pertama di Qatar dimulai. Berkat kerja keras dirinya dan tim, Vinales mampu memulai awal musim MotoGP 2018 dengan cukup baik. "Sejujurnya, dua balapan pertama baik bagi saya untuk memahami beberapa hal. Pertama-tama kami harus mencari tahu bagaimana cara mengatasi motor kami musim ini, terutama dalam hal elektronik. Sangat penting untuk tetap bisa menguasai motor. Mengamankan poin dan untuk membangun perasaan yang baik menjadi fokus kami saat ini. Terutama di bagian akhir perlombaan saya merasa sangat baik dengan Yamaha,” ujar rider Spanyol tersebut. (Pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales. Foto: MotoGP) "Di Austin, saya selalu merasa hebat, saya sangat menyukai trek. Tahun lalu, saya juga cukup cepat di sini. Saya sangat senang memulai akhir pekan. Kami akan melihat sejauh mana kami mengalami peningkatan. Saya harus mencoba untuk mencapai posisi depan pada lap pertama. Setelah itu saya akan menjadi kuat seperti biasanya," sambung Vinales Eks rider Tim Suzuki Ecstar itu mengaku dirinya mengalami kesulitan pada balapan pramusim. Namun dirinya dan tim dapat mengatasinya sebelum race pembuka di Qatar. Terbukti, di Sirkuit Losail, dirinya tampil cukup mengesankan dengan finis di posisi keenam. “Awalnya kami masih merasa belum siap untuk itu, di pramusim saya mengalami kesulitan besar. Namun, Tim bekerja dengan sangat baik . Sebelum seri pertama di Qatar saya merasa sangat baik dengan motor saya. Jadi kami harus tetap bekerja dan menjaga motivasi tetap tinggi. Jika kita meningkatkan beberapa hal, kita bisa sekuat pada awal 2017,” tutup Vinales. Setelah berhasil menyelesaikan balapan di posisi enam di Qatar dan Finis di urutan kelima di Argentina, saat ini Vinales berada di posisi keempat klasemen perolehan poin sementara. Rekan satu tim Valentino Rossi itu berjarak 17 angka di belakang rider Tim LCR Honda, Cal Crutchlow yang berada di puncak klasemen.

Friday, April 27, 2018

Crutchlow Sebut LCR Honda Tidak Kalah ketimbang Tim Pabrikan AUSTIN – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, menyanjung para staf timnya yang sudah bekerja keras untuknya agar dapat tampil maksimal di MotoGP 2018. Terbukti, pada seri MotoGP Argentina 2018, Crutchlow keluar sebagai pemenang dalam balapan tersebut.
Pada balapan yang dihelat di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, Crutchlow tampil luar biasa di sepanjang balapan. Dalam meraih kemenangan tersebut, pembalap berpaspor Inggris itu harus bersaing ketat dengan tiga rider lain di sirkuit sepanjang 4,8 km itu. Sebut saja, pembalap Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, Alex Rins (Suzuki Ecstar), dan Jack Miller (Pramac Ducati). Tidak hanya itu saja, kemenangan Crutchlow juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi LCR Honda. Pasalnya, tim satelit asal Jepang itu sudah lama sekali tidak mengenyam kemenangan di seri MotoGP, tepatnya sejak 2016. Sementara itu, bagi Crutchlow kemenangan pada seri Argentina itu merupakan kemenangan perdananya musim ini sekaligus ketiga selama menjalani karier di kelas MotoGP. Tak ayal, Crutchlow sangat senang atas kinerja yang telah dilakukan tim kepadanya. Apalagi, ia menyebut perbedaan jumlah kru tim satelit dan tim pabrikan sangat berbeda jauh. “Perbedaan kami (antara tim satelit dan tim pabrikan) ada 60 staf. Akan tetapi, tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa tim saya sudah bekerja dengan sangat baik. Bahkan, mungkin lebih baik dari mereka (tim pabrikan) untuk saat ini,” ucap Crutchlow, mengutip dari Crash, Jumat (20/4/2018). “Saya berpikir tidak ada kekurangan dalam tim saya saat ini. Lucio (manajer tim) dan Beefy (kepala kru) telah bekerja dengan baik untuk mengatur garasi sehingga kami tidak kekurangan apapun pada motor,” tambah pembalap berusia 32 tahun itu. Sekadar informasi, motor yang digunakan Crutchlow pada musim ini sama seperti apa yang dipakai Marc Marquez dan Dani Pedrosa, yakni RC213V. Hal itu membuat Crutchlow merasa akan jauh lebih kompetitif karena mendapatkan motor yang sama. Apalagi, dengan diiringi dengan kinerja tim yang baik, Crutchlow optimis dapat menghasilkan yang terbaik. “Kami memiliki apa yang kami inginkan dari Honda dan melakukan pekerjan terbaik yang kami bisa. Akan tetapi, dengan cara kerja Lucio dalam mempersiapkan motor, kami pun tidak kekurangan apapun. Hal tersebut tentu membuat saya berterimakasih kepada Lucio dan tim. Mereka menyiapkan Motor sebaik mungkin, tidak peduli apa pun yang terjadi,” tutup Crutchlow.

Thursday, April 26, 2018

Marquez Pastikan Kejadian di Argentina Takkan Terulang di GP Austin

Marquez Pastikan Kejadian di Argentina Takkan Terulang di GP Austin AUSTIN – Rider Repsol Honda, Marc Marquez angkat bicara jelang balapan seri ketiga MotoGP 2018 di Amerika Serikat. Pembalap Spanyol tersebut mengatakan dirinya akan belajar dari kesalahan di Argentina dan memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi pada balapan selanjutnya. Pernyataan juara dunia empat kali MotoGP menjadi salah satu yang ditunggu pihak media saat konferensi pers pada Kamis 19 April 2018 di Austin. Marquez melakukan konferensi pers secara terpisah dengan rider lain.
Sebelumnya, rider berjuluk The Baby Alien itu sudah mengakui kesalahannya atas insiden dengan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi saat balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Marquez menyadari bahwa membuat senggolan ke motor Rossi dalam kondisi tersebut adalah tindakan yang salah. Meskipun demikian, rider berusia 23 tahun mengatakan tindakan yang dilakukannya bukan sebuah kesengajaan. Marquez juga mengatakan akan menjadikannya pelajaran dan memastikan hal serupa tidak akan terjadi pada race selanjutnya. “Di Argentina, saya melakukan kesalahan dan saya akan memperbaiki dan belajar dari kesalahan ini. Banyak hal terjadi. Saya membuat kesalahan, saya dihukum dan saya pergi untuk meminta maaf. Saya Pembalap. Dan pembalap adalah manusia dan kami semua melakukan kesalahan. Ini adalah kompetisi yang berat, dan kondisi lintasan sangat menyulitkan. Jadi Anda belajar dari yang buruk dan yang baik, dan pastikan itu tidak terjadi lagi,” ujar Marquez dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (20/4/2018). “Kondisi saat balapan di Argentina pada akhir pekan kemarin sangat menyulitkan. Banyak hal yang terjadi selama balapan. Tapi saya akan belajar dari semua kejadian yang terjadi. Dan saya pikir tidak hanya saya, semua orang belajar banyak dai kejadian di sana,” lanjut rekan satu tim Dani Pedrosa itu. Marquez mengatakan dirinya dalam percaya diri yang tinggi jelang balapan yang akan dihelat pada Senin 23 April 2018 tersebut. Hal ini tidak terlepas dari catatan impresifnya di Circuit of the America (COTA). Kakak dari pembalap Moto2 Alex Marquez tersebut menyapu bersih podium pertama sejak 2013.

Wednesday, April 25, 2018

Simeon Bidik Poin Pertama di MotoGP Amerika Serikat 2018

Simeon Bidik Poin Pertama di MotoGP Amerika Serikat 2018 AUSTIN – Pembalap pendatang baru kepunyaan Tim Reale Avintia, Xavier Simeon, nyatanya memiliki rasa antusias yang tinggi jelang gelaran seri ketiga MotoGP 2018. Pasalnya, pembalap 28 tahun itu mengincar poin pertamanya musim ini pada balapan yang akan dihelat Minggu 22 April 2018 tersebut. Pada musim lalu, Simeon masih berlaga di kelas Moto2. Simeon sendiri sebenarnya sudah berada di Moto2 sejak 2010. Namun sayangnya, hingga musim lalu pun Simeon belum bisa memberikan hasil yang dapat dikatakan apik. Prestasi terbaik Simeon di kelas Moto2 adalah dengan finis di posisi ketujuh klasemen akhir pada musim balap 2015. Kendati demikian, Tim Reale Avintia nyatanya tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tetap merekrut Simeon untuk menjadi pembalap mereka musim ini. Di saat yang sama, pembalap berpaspor Belgia itu juga tak minder dengan raihannya selama ini. Simeon justru bersemangat untuk bisa membuktikan diri kalau ia layak berada di MotoGP.
Xavier Simeon Pada dua seri pertama gelaran MotoGP 2018, dapat dikatakan Simeon belum menunjukkan performa yang memuaskan. Pasalnya, dalam dua balapan tersebut ia secara konsisten hanya mampu finis di posisi ke-21. Kondisi tersebut tentunya berbeda dengan para pembalap pendatang baru lainnya, seperti Hafizh Syahrin dan Franco Morbidelli, yang sudah mengemas poin. Maka dari itu, pada balapan di Amerika Serikat akhir pekan ini, Simeon bertekad mendapatkan poin pertamanya. Pembalap kelahiran Brussels itu mengaku kalau dirinya cukup percaya diri dengan kemampuan Desmosedici yang ditungganginya dapat membuat ia mendapat hasil bagus. “Saya datang ke Austin dengan sangat termotivasi dan bersemangat untuk akhir pekan ini. Ini merupakan lintasan yang di masa lalu selalu bagus untuk saya. Namun, dengan mengendarai motor Ducati di MotoGP, ini akan menjadi sangat berbeda,” jelas Simeon, menyadur dari Crash, Jumat (20/4/2018). “Akhir pekan di Argentina selalu lebih baik dan lebih baik dan saya ingin melanjutkannya di garis yang sama untuk berkembang, menjadi lebih dekat dan lebih dekat dengan zona poin dan mengambil setiap kesempatan untuk melanjutkan mempelajari rahasia dari kelas premier,” pungkas Simeon.

Tuesday, April 24, 2018

Jadwal MotoGP Amerika Serikat 2018

Jadwal MotoGP Amerika Serikat 2018
AUSTIN – Ajang MotoGP 2018 sebentar lagi memasuki seri ketiga yang akan dihelat di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, Senin 23 April 2018 dini hari WIB. Dalam balapan tersebut, dapat dipastikan berlangsung sengit karena setiap pembalap akan berusaha menampilkan performa terbaik mereka. Gelaran MotoGP Amerika Serikat 2018 akan dimulai pada Jumat (20/4/2018) malam WIB. Hal pertama kali yang akan dihelat adalah latihan bebas pertama, tepatnya pada pukul 21.55 – 22.40 WIB. Selanjutnya, sesi latihan bebas kedua akan berlangsung pada Sabtu 21 April 2018 pukul 02.05 – 02.50 dini hari WIB. Sementara itu, sesi latihan bebas ketiga dilaksanakan pada hari yang sama, namun baru akan dilakukan pada pukul 21.55 – 22.40 WIB. (Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez saat hadiri konferensi pers. Foto: MotoGP) Kemudian sebelum sesi kualifikasi dimulai, sesi latihan bebas empat terlebih dahulu akan dilangsungkan pada Minggu 22 April 2018 pukul 01.30 – 02.00 dini hari WIB. Setelah itu, barulah sesi kualifikasi satu dilaksanakan pada pukul 02.10 – 02.25 dini hari WIB dan sesi kualifikasi dua pukul 02.35 – 02.50 dini hari WIB. Hari yang ditunggu pun tiba, namun sebelum race MotoGP Amerika Serikat 2018 dimulai, para pembalap akan melakukan pemanasan pada Minggu 22 April 2018 pukul 21.40 – 22.00 WIB. Sementara race utamanya akan berlangsung pada Senin 23 April 2018 pukul 00.20 dini hari WIB. Dalam seri sebelumnya, secara mengejutkan pembalap Tim LCR Honda, yakni Cal Crutchlow keluar sebagai pemenang dalam race yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Dengan modal tersebut, tentu saja Crutchlow ingin kembali tampil sebagai yang tercepat menyentuh garis finis di seri Amerika Serikat tersebut. (Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi saat hadiri konferensi pers. Foto: MotoGP) Akan tetapi, jika berbicara mengenai catatan terakhir balapan seri Amerika Serikat, tampaknya akan sulit bagi Crutchlow untuk mengulangi kemenangan tersebut. Pasalnya, dalam lima balapan terakhir, pembalap Repsol Honda, Marc Marquez tampil dominan di sirkuit tersebut. Terlebih lagi, kegagalan Marquez untuk meraih poin kala melakoni seri kedua MotoGP 2018 yang berlangsung di Argentina tersebut, tentu membuat The Baby Alien –julukan Marquez– akan tampil lebih maksimal. Pasalnya, dalam balapan tersebut, Marquez dikenakan penalti 30 detik lantaran melakukan tindakan tidak sportif kepada Valentino Rossi (Movisitar Yamaha) sehingga membuatnya berada di urutan ke-18. Lantas, siapakah yang akan menempati podium tertinggi pada MotoGP Amerika Serikat pada musim ini? Berikut jadwal lengkap MotoGP Amerika Serikat 2018: Jumat, 20 April 2018 21.55 – 22.40 WIB : Latihan Bebas 1 Sabtu, 21 April 2018 02.05 – 02.50 WIB : Latihan Bebas 2 21.55 – 22.40 WIB : Latihan Bebas 3 Minggu, 22 April 2018 01.30 – 02.00 WIB : Latihan Bebas 4 02.35 – 02.50 WIB : Kualifikasi Senin 23 April 2018 00.20 WIB : Balapan

Monday, April 23, 2018

Espargaro: Bendera Hitam Lebih Baik Disingkirkan jika Tidak Digunakan

AUSTIN – Pembalap Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro, mengaku kecewa dengan keputusan pihak race direction MotoGP yang sama sekali tidak mengibarkan bendera hitam. Hal itu saat pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, melakukan serangkaian insiden pada seri MotoGP Argentina 2018. Menurut Espargaro, apa yang telah dilakukan Marquez di sepanjang balapan tersebut, sudah cukup untuk membuat The Baby Alien –julukan Marquez– diganjar bendera hitam.
Espargaro adalah salah satu pembalap yang terkena imbas dari kebrutalan Marquez kala melakoni seri kedua MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Ketika balapan memasuki lap kesembilan, Marquez yang melaju dengan cepat itu, menyenggol motor Espargaro. The Baby Alien yang kala itu mendapat hukuman penalti untuk melalui pit lane pada lap keenam pun berusaha untuk memperbaiki posisinya yang terjerembab ke urutan 20. Karena itulah ia mempercepat laju kuda besinya untuk mengejar ketertinggalannya tersebut. Akan tetapi, akibat perbuatannya itu, Espargaro pun hampir saja mengalami kecelekaan apabila dia tidak dapat menguasai motornya. Lantas, Espargaro pun geram karena pihak penyelenggara MotoGP tidak menggunakan bendera hitam tersebut. Menurutnya, lebih baik bendera hitam tersebut dihapuskan saja bila memang tidak dipergunakan lagi. “Apa lagi yang harus dia (Marc Marquez) lakukan agar mendapatkan bendera hitam? Jika seperti itu, lebih baik aturan bendera hitam tidak perlu ada di peraturan karena kami tidak menggunakannya sama sekali. Itu hanya sia-sia untuk menggunakannya. Kami tidak membutuhkannya. Aturannya harus berubah,” ucap Espargaro, dikutip dari Crash, Jumat (20/4/2018). “Bendera hitam tersebut ada karena untuk digunakan. Bendera biru menunjukkan bahwa ada pembalap yang over lap. Bendera kuning menandakan ada insiden kecelakaan. Sementara bendera hitam, untuk kejadian yang cukup berbahaya. Jadi, karena kita memiliki bendera hitam, maka harus dipergunakan,” tambah pembalap berpaspor Spanyol itu. Espargaro beranggapan hukuman yang sudah diberikan kepada Marquez sangatlah tidak adil. Menurutnya, apa yang telah dilakukan Marquez sudah cukup bagi race direction untuk mengibarkan bendera hitam kepada pembalap yang sudah empat kali juara dunia MotoGP tersebut. “Marc (Marquez) tahu betul bahwa dia pantas untuk diberikan bendera hitam. Hal tersebut dia katakan ketika saya dan dia bertemu secara langsung. Jadi, kenapa harus diberikan penalti 30 detik? Apabila kami memiliki bendera hitam, maka harus digunakan. Jika tidak, maka lebih baik disingkirkan saja,” tutup Espargaro.

Sunday, April 22, 2018

Miller: Masalah Marquez-Rossi Terlalu Dibesar-besarkan

AUSTIN - Rider Pramac Ducati, Jack Miller, ikut memberikan komentar mengenai insiden yang terjadi di GP Argentina. Menurutnya, media terlalu membesar-besarkan insiden yang melibatkan Marc Marquez (Repsol Honda) dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha). Kejadian yang terjadi pada seri kedua MotoGP di Argentina terus mendapat sorotan dari berbagai media. Pada Kamis 19 April 2018 saat konferensi pers di Austin, Miller menyerukan agar rekan-rekannya yakni para rider, penggemar MotoGP dan media untuk tenang dan tidak terus-menerus membahas kejadian di Argentina. "Ada banyak orang yang datang, terutama wartawan, mencoba membuat Anda mengatakan sesuatu dan saya pikir itu bukan cara yang benar. Saya mengerti semua orang mencari cerita yang hebat, tetapi terkadang itu bukan cara yang benar dan itu membengkokkan kebenaran dan membuat orang lain terlihat buruk” ujar Miller dikutip dari Crash, Jumat (20/4/2018). Rider 23 tahun itu juga menyayangkan keputusan Race Director yang tidak memberikan sanksi tegas terhadap rider yang melanggar aturan di lintasan. Menurutnya, insiden di Argentina tidak akan terjadi jika Race Director bertindak secara profesional Miller juga mengatakan seharusnya keselamatan para pembalap menjadi tanggung jawab bagi Race Director. Harus ada peraturan yang lebih detail mengenai hukuman yang seharusnya diberikan kepada pembalap yang melanggar aturan di lintasan. Jack Miller
(Jack Miller. Foto: MotoGP) "Di balik ini saya pikir mereka (Race Direction) perlu mengendalikan pertempuran sedikit lebih baik di dalam paddock. Maksud saya, kami berada di sini untuk balapan sepeda motor dan kami di sini untuk bertarung, tetapi pertarungan biasanya harus mencoba untuk tetap di jalur dan tidak begitu banyak di media,” sambungnya. “Saat ini memiliki orang-orang yang baik sebagai Race Direction dan mereka mencoba yang terbaik untuk semua orang, jadi kami tidak dapat mengubahnya, mereka melakukan pekerjaan yang hebat untuk keselamatan dengan trek dan semuanya. Hanya membutuhkan aturan yang lebih tegas ini tentang keselamatan kami ketika kami berjuang bersama,” tutup Miller

Saturday, April 21, 2018

Espargaro: Apa yang Dilakukan Marquez dan Petrucci Bahayakan Pembalap Lain!

Espargaro: Apa yang Dilakukan Marquez dan Petrucci Bahayakan Pembalap Lain! AUSTIN – Meski balapan seri MotoGP Argentina 2018 telah usai, pembalap Tim Aprilia Gresini mengaku masih geram dengan dua pembalap, yakni Marc Marquez (Repsol Honda) dan Danilo Petrucci (Pramac Ducati) yang telah melakukan tindakan berbahaya dalam balapan tersebut. Pasalnya, kedua rider tersebut sempat menyenggol Espargaro ketika balapan berlangsung. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo tersebut, Espargaro memang bernasib sial lantaran dua kali harus disenggol pembalap lain. Terlebih lagi, ia gagal mencapai garis finis di balapan tersebut. Hal tersebut tentu membuat Espargaro geram. Pasalnya, lagi-lagi Espargaro pulang tanpa membawa poin di balapan tersebut. Lantas, Espargaro pun menyebut tindakan kedua pembalap tersebut sudah dapat dikatakan sebagai menabrak rider lain, dan bukan lagi sebuah kontak yang membuat balapan berlangsung sengit. Menurutnya, hal tersebut sangat berbanding jauh.
(Pembalap Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro. Foto: MotoGP) “Dalam suatu balapan, saling beradu atau saling melakukan kontak dengan pembalap lain adalah hal yang wajar. Sebenarnya, saya adalah pembalap yang mendukung hal tersebut. Jika hal tersebut tidak terjadi, maka race akan sangat membosankan,” ucap Espargaro, seperti diwartakan Crash, Jumat (20/4/2018). “Beradu kontak dan melewati pembalap lain dengan sangat ketat, saya setuju akan hal tersebut. Itu sangat menyenangkan. Memberikan adrenalin untuk orang-orang. Tapi, satu hal yang perlu diingat, melakukan kontak dengan menabrak pembalap lain adalah hal yang berbeda. Secara jelas itu adalah dua hal yang berbeda dan hal tersebut tidak terlalu sulit untuk membedakannya,” lanjut pembalap berusia 28 tahun itu. (Espargaro (kiri) dan Petrucci (kanan) bersaing ketat kala melakoni seri MotoGP Argentina 2018. Foto: MotoGP) Menurut Espargaro, jika pembalap menyentuh rider lain untuk melewatinya tentu merupakan hal yang wajar. Apalagi di dalam gelaran balap MotoGP, tentu itu akan menjadi bumbu-bumbu penyedap dalam sebuah race. Akan tetapi, apa yang dilakukan Marquez dan Petrucci kepadanya adalah bukanlah sebuah kontak biasa, melainkan ditabrak. Kendati demikian, Espargaro dan Aprilia Gresini merencanakan akan melaporkan tindakan Marquez dan Petrucci tersebut kepada pihak komisi keamanan MotoGP. Hal itu agar dapat diberikan sanksi yang setimpal atas perbuatan yang telah mereka lakukan pada seri Argentina.

Friday, April 20, 2018

Rabat Pede Raih Hasil Positif di Austin Bersama Ducati

AUSTIN –
Gelaran kejuaraan MotoGP 2018 akan berlanjut akhir pekan ini, tepatnya Minggu 22 April 2018 kala para pembalap bakal tampil di Sirkuit Austin, Amerika Serikat. Menanggapi berlangsungnya balapan tersebut, pembalap anyar Tim Reale Avintia, Tito Rabat, mengaku optimis dapat menuai hasil yang gemilang. Kepercayaan diri Rabat tersebut hadir tentunya tak lepas dari hasil positif yang diraihnya pada gelaran seri kedua kala mentas di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Pasalnya, pada balapan tersebut, Rabat sukses finis di urutan ketujuh. Posisi tersebut merupakan yang terbaik yang pernah didapat Rabat selama dirinya tampil di kelas MotoGP. Rabat mengaku kalau dirinya mendapatkan motivasi ekstra karena hasil yang diraihnya di Argentina itu. Sebelumnya, saat balapan pada seri pembuka pun, yakni di Sirkuit Losail, Qatar, pembalap 28 tahun itu juga mendapatkan hasil yang cukup bagus, yakni finis di tempat ke-11. Tito Rabat vs Hafizh Syahrin Maka dari itu, Rabat pun meyakini kalau dirinya memiliki kecocokan dengan motor balap Ducati, Desmosedici, yang ditungganginya saat ini. Sebelum bergabung bersama Ducati, Rabat merupakan pembalap Tim Marc VDS. Selama dua musim membela Marc VDS, Rabat seolah tak berkembang, lantaran hanya finis di posisi ke-21 dan 19 pada klasemen akhir pembalap. Kini, Rabat seolah terlahir kembali dan menjadi pembalap yang berbeda dari sebelumnya. Pembalap asal Spanyol itu yakin kalau penampilan apiknya bakal berlanjut pada seri ketiga di Austin. Terlebih lagi, Sirkuit Austin diakuinya sebagai lintasan yang disukainya. “Saya sangat senang dengan cara kami memulai kejuaraan dan saya sangat termotivasi untuk balapan seri ketiga tahun ini yang berlangsung di Texas,” ujar Rabat, seperti diwartakan Crash, Jumat (20/4/2018). “Austin adalah lintasan yang sangat saya sukai, memiliki tikungan cepat, lambat, lintasan lurus, daerah pengereman yang keras, dan jujur itu akan menjadi tantangan besar bagi saya, karena dalam dua musim terakhir di MotoGP bukan sesuatu yang sangat bagus bagi saya. Namun, saya percaya bahwa dengan Ducati saya akan menjadi jauh lebih kompetitif,” lanjutnya. “Kami harus melanjutkannya dengan tetap membumi dan dengan motivasi yang sama,” tuntas Rabat.

Crutchlow Sebut LCR Honda Tidak Kalah ketimbang Tim Pabrikan

Crutchlow Sebut LCR Honda Tidak Kalah ketimbang Tim Pabrikan AUSTIN – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, menyanjung para staf timnya yang sudah bekerja keras untuknya agar dapat tampil maksimal di MotoGP 2018. Terbukti, pada seri MotoGP Argentina 2018, Crutchlow keluar sebagai pemenang dalam balapan tersebut.
Pada balapan yang dihelat di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, Crutchlow tampil luar biasa di sepanjang balapan. Dalam meraih kemenangan tersebut, pembalap berpaspor Inggris itu harus bersaing ketat dengan tiga rider lain di sirkuit sepanjang 4,8 km itu. Sebut saja, pembalap Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, Alex Rins (Suzuki Ecstar), dan Jack Miller (Pramac Ducati). Tidak hanya itu saja, kemenangan Crutchlow juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi LCR Honda. Pasalnya, tim satelit asal Jepang itu sudah lama sekali tidak mengenyam kemenangan di seri MotoGP, tepatnya sejak 2016. Sementara itu, bagi Crutchlow kemenangan pada seri Argentina itu merupakan kemenangan perdananya musim ini sekaligus ketiga selama menjalani karier di kelas MotoGP. Tak ayal, Crutchlow sangat senang atas kinerja yang telah dilakukan tim kepadanya. Apalagi, ia menyebut perbedaan jumlah kru tim satelit dan tim pabrikan sangat berbeda jauh. “Perbedaan kami (antara tim satelit dan tim pabrikan) ada 60 staf. Akan tetapi, tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa tim saya sudah bekerja dengan sangat baik. Bahkan, mungkin lebih baik dari mereka (tim pabrikan) untuk saat ini,” ucap Crutchlow, mengutip dari Crash, Jumat (20/4/2018). “Saya berpikir tidak ada kekurangan dalam tim saya saat ini. Lucio (manajer tim) dan Beefy (kepala kru) telah bekerja dengan baik untuk mengatur garasi sehingga kami tidak kekurangan apapun pada motor,” tambah pembalap berusia 32 tahun itu. Sekadar informasi, motor yang digunakan Crutchlow pada musim ini sama seperti apa yang dipakai Marc Marquez dan Dani Pedrosa, yakni RC213V. Hal itu membuat Crutchlow merasa akan jauh lebih kompetitif karena mendapatkan motor yang sama. Apalagi, dengan diiringi dengan kinerja tim yang baik, Crutchlow optimis dapat menghasilkan yang terbaik. “Kami memiliki apa yang kami inginkan dari Honda dan melakukan pekerjan terbaik yang kami bisa. Akan tetapi, dengan cara kerja Lucio dalam mempersiapkan motor, kami pun tidak kekurangan apapun. Hal tersebut tentu membuat saya berterimakasih kepada Lucio dan tim. Mereka menyiapkan Motor sebaik mungkin, tidak peduli apa pun yang terjadi,” tutup Crutchlow.

Thursday, April 19, 2018

5 Penampilan Terakhir Valentino Rossi di Sirkuit Austin, Nomor 1 Paling Impresif

SALAH satu pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, akan kembali menargetkan untuk tampil baik dalam seri ketiga MotoGP 2018 yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, Senin 23 April 2018 dini hari WIB.
Sebelumnya, Rossi merasa kecewa karena tidak membawa pulang poin saat melakoni balapan MotoGP Argentina 2018. Pasalnya, dalam balapan tersebut, The Doctor –julukan Rossi– mengalami kecelakaan ketika race memasuki lap ke-20 hingga harus puas finis di urutan ke-19. Penyebab kecelakaan itu pun disebabkan oleh rider Repsol Honda, Marc Marquez, yang secara brutal menyenggol motor Rossi tersebut. Kendati demikian, Rossi dipercaya akan kembali bangkit pada balapan seri Amerika Serikat tersebut. Terlebih Rossi memang tampil cukup menjanjikan ketika mengaspal di Sirkuit COTA dalam kurun lima tahun terakhir. Berikut lima penampilan terakhir Valentino Rossi di Sirkuit Austin: 5. MotoGP 2013 (Rossi. Foto: AFP) Sejak menjalani balapan pertamanya di seri Amerika Serikat pada MotoGP 2013, Rossi tampil kurang begitu menjanjikan. Dalam race tersebut, The Doctor harus bersusah payah untuk memulai balapan dari peringkat kedelapan. Akan tetapi, hingga balapan berakhir, Rossi pun dapat finis di posisi keenam usai bersaing ketat dengan Stefan Bradl yang pada saat itu masih memperkuat LCR Honda. Rossi terpaut 16,615 detik dari pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang keluar sebagai juara seri Amerika Serikat 2013. Pada musim keduanya mentas di COTA, Rossi belum juga terbiasa dengan kondisi lintasan tersebut. Padahal ia memulai balapan dari posisi keenam yang bisa dibilang tidak terlalu buruk. Akan tetapi, seiring balapan berlangsung, The Doctor disalip oleh para pembalap lainnya. Alhasil, Rossi harus puas finis di urutan kedelapan dengan memiliki perbedaan waktu sebesar 45,519 detik dari Marquez yang kembali memenangkan seri tersebut. Hal tersebut pun menambah hasil negatif yang didapat Rossi kala menjalani balapan di seri Amerika Serikat. Pada musim keduanya mentas di COTA, Rossi belum juga terbiasa dengan kondisi lintasan tersebut. Padahal ia memulai balapan dari posisi keenam yang bisa dibilang tidak terlalu buruk. Akan tetapi, seiring balapan berlangsung, The Doctor disalip oleh para pembalap lainnya. Alhasil, Rossi harus puas finis di urutan kedelapan dengan memiliki perbedaan waktu sebesar 45,519 detik dari Marquez yang kembali memenangkan seri tersebut. Hal tersebut pun menambah hasil negatif yang didapat Rossi kala menjalani balapan di seri Amerika Serikat. Tidak ingin terus tampil buruk saat mentas di Sirkuit COTA, Rossi pun mencoba untuk memperbaiki performanya pada balapan MotoGP Amerika Serikat 2015. Alhasil, ia pun dapat meraih podium ketiga pada balapan tersebut. Mengawali balapan dari peringkat keempat, Rossi tampil konsisten di sepanjang balapan. Bahkan, The Doctor sempat bersaing ketat dengan Jorge Lorenzo yang saat itu masih membela Movistar Yamaha dan berhasil melewatinya. Akan tetapi, Rossi pun belum bisa memberikan tekanan lebih kepada Marquez yang menjuarai seri tersebut. Meraih hasil yang cukup membanggakan pada musim sebelumnya, membuat Rossi tampil lebih percaya diri untuk melakoni balapan MotoGP Amerika Serikat 2016. Hal tersebut terbukti dari hasil kualifikasi yang membuatnya berhak mengawali start dari posisi ketiga di balapan tersebut. Akan tetapi, nahas bagi Rossi yang ingin tampil baik malah harus berhenti dari jalannya balapan karena mengalami insiden. Rossi terjatuh dari motornya ketika balapan baru saja memasuki lap kedua. Hal tersebut terjadi ketika pembalap berpaspor Italia itu sedang mengendarai motornya di tikungan dan kehilangan kendali. Alhasil, ia pun terempas dari motornya itu dan tidak bisa lagi melanjutkan balapan. Hasil buruk yang didapat Rossi ketika menjalani seri Amerika Serikat 2016, membuatnya ingin tampil lebih baik lagi di sirkuit yang diakuinya merupakan salah satu arena balap tersulit itu. Tak ayal, sejak sesi kualifikasi Rossi langsung menampilkan performa terbaiknya. Karena tampil apik pada sesi kualifikasi tersebut, Rossi pun berhak mengawali balapan dari posisi ketiga. Sejak awal balapan, Rossi bersaing ketat dengan Dani Pedrosa yang berada di urutan kedua. Akan tetapi, hingga setengah perjalanan balapan, Rossi masih belum mampu menyalip Pedrosa maupun Marquez yang berada di urutan terdepan. Meski begitu, Rossi terus berusaha keras untuk memacu kuda besinya. Hingga pada akhirnya, pada lap ke-18 Rossi pun menyalip Pedrosa dan mampu mempertahankan posisi kedua tersebut hingga balapan berakhir. Raihan pada musim itu pun menjadi prestasi terbaik Rossi kala mentas di Sirkuit COTA.

Wednesday, April 18, 2018

Legenda MotoGP Sebut Iannone Tidak Cocok Bersama Suzuki

HAMAMATSU – Legenda Balap MotoGP, Kevin Schwantz, menilai rider Tim Suzuki Ecstar, yakni Andrea Iannone, tidak layak untuk terus bersama Suzuki. Menurutnya, Suzuki telah salah besar untuk merekrut pembalap berjuluk The Maniac Joe pada musim lalu.
Sejak direkrut dari Ducati untuk tampil pada MotoGP 2017, Iannone memang belum memberikan kemenangan bagi Suzuki. Bisa dibilang ia tampil lebih buruk ketimbang ketika bersama Ducati. Lantas, karena hal itulah Schwantz menilai Suzuki telah salah langkah karena telah merekrut Iannone. Sebelumnya, Schwantz juga pernah mengkritik Iannone karena dianggap tidak terlalu andal dalam hal mengendarai motor GSX-RR. Schwantz menilai cara berkendara The Maniac Joe terlalu berhati-hati ketika melaju di lintasan balap. “Jika dia (Iannone) tidak ingin mengambil risiko ketika balapan berlangsung, seharusnya dia tidak balapan di sini. Sebaiknya dia ikut balapan gokart saja. Orang-orang Jepang itu (Tim Suzuki) terlalu sopan dan mudah memaafkan akan hasil yang dia dapatkan. Akan tetapi, seharusnya dia yang harus minta maaf,” ungkap Schwantz, mengutip dari Tuttomotoriweb, Rabu (18/4/2018). Penampilan Iannone di dua seri awal MotoGP 2018 pun dianggap Schwantz masih sama buruknya dengan musim lalu. Menurut Schwantz, pembalap Suzuki Ecstar yang lain, yakni Alex Rins, jauh lebih baik dibandingkan Iannone. Hal tersebut diutarakan Schwantz bukan tanpa alasan. Pasalnya, Rins menjadi pembalap pertama Suzuki untuk kembali menempati posisi podium, yang mana didapatkan kala melakoni seri kedua MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Apalagi, tim pabrikan asal Jepang sudah lama tidak merasakan posisi tersebut, yakni kala masih diperkuat Maverick Vinales pada MotoGP 2016. Menurut legenda MotoGP berkebangsaan Amerika Serikat itu, alasan utama mengapa Iannone belum juga memperlihatkan penampilan terbaiknya adalah karena The Maniac Joe belum juga bisa beradaptasi dengan motor Suzuki. Alhasil, Iannone pun tidak bisa mengeluarkan kemampuan yang sama ketika masih membela Ducati. “Saya masih berpikir bahwa Iannone bukanlah pilihan yang tepat bagi Suzuki. Dia dapat mengeluarkan performa terbaiknya kala masih di Ducati. Dia dapat berkembang pesat ketika bersama Ducati. Apabila ingin dibandingkan, saya akan jauh lebih cepat darinya jika diberikan motor yang digunakan Andrea Dovizioso (Ducati Corse),” tutup

Tuesday, April 17, 2018

Iannone Berharap Bisa Bertahan Bersama Suzuki

AUSTIN – Masa depan salah satu pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, memang tengah kencang dispekulasikan. Terlebih hingga saat ini belum ada pembicaraan dari pihak Tim Suzuki untuk menambah durasi kontrak pembalap asal Italia tersebut. Sebagaimana diketahui, Iannone resmi dipinang Tim Suzuki sebelum kejuaraan dunia MotoGP musim 2017. Iannone di plot untuk menggantikan peran Maverick Vinales yang memutuskan hengkang ke Tim Movistar Yamaha. Akan tetapi sangat disayangkan, kiprah Iannone bersama Tim Suzuki justru tidak sesuai ekspektasi. Berharap bisa menyamai raihan sempurna Vinales, Iannone justru tampil melempem. Andrea Iannone (Andrea Iannone, Foto: AFP) Bahkan pada musim perdananya bersama Tim Suzuki, Iannone tampil kurang begitu menjanjikan dengan menyelesaikan kejuaraan dunia MotoGP 2017 dengan menempati urutan ke-13. Performa Iannone juga belum menunjukkan peningkatan di MotoGP 2018. Bagaimana tidak, dari dua balapan yang sudah berlangsung di kejuaraan dunia MotoGP musim ini, Iannone masih belum mampu mengaklaim podium. Yang mana hal itu membuatnya tertahan di peringkat 10 pada klasemen MotoGP 2018. Meski kurang tampil menjanjikan bersama motor milik Tim Suzuki, yaitu GSX-RR 2018, tak membuat Iannone merasa ragu untuk meneruskan kariernya bersama tim pabrikan asal Jepang tersebut. Ia bahkan mengaku masih ingin berkarier bersama Tim Suzuki untuk kurun waktu yang panjang. “Saya tentunya telah mendiskusikan mengenai masa depan saya dan juga masa depan dari Suzuki. Namun, saya tidak hanya berbicara dengan pihak Suzuki. Saya juga memiliki beberapa proposal lainnya. Namun, saya selalu memprioritaskan untuk terus bersama tim ini,” ucap Iannone, seperti dikutip dari Motorsport, Kamis (19/4/2018). “Tim ini sungguh fantastis. Orang-orang Jepang yang ada membuat saya memiliki perasaan yang bagus. Saya ingin mencapai puncak bersama Suzuki karena itulah alasan saya datang ke tim ini,” imbuh pembalap berjuluk Maniac Joe tersebut.

Monday, April 16, 2018

Bartholemy Komentari Penampilan Morbidelli dan Luthi di MotoGP Argentina 2018

SANTIAGO DEL ESTERO - Manajer Tim Marc VDS, Michael Bartholemy, mengomentari penampilan dua pembalapnya, yakni Franco Morbidelli dan Thomas Luthi, di MotoGP Argentina 2018. Menurut Bartholemy, kedua pembalapnya telah berusaha memberikan penampilan sebaik mungkin di seri kedua MotoGP 2018 itu. Karena itu, Bartholemy pun mengapresiasi penampilan yang ditunjukkan Morbidelli dan Luthi di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Dia menghargai kerja keras yang dilakukan kedua pembalapnya untuk memberikan persaingan kepada rider lainnya. Di MotoGP Argentina 2018, penampilan yang cukup apik berhasil ditunjukkan Morbidelli. Pembalap asal Italia itu pun berhasil meraih dua poin karena dapat mengakhiri balapan di posisi ke-14 dengan catatan waktu 41 menit 18,403 detik. Bartholemy pun mengaku senang melihat penampilan Morbidelli. Perasaan yang sama juga dirasakan Bartholemy saat menyaksikan penampilan Luthi. Meski tak meraih poin di MotoGP Argentina, Bartholemy menilai pembalap asal Swiss itu telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Luthi sendiri hanya dapat bertengger di posisi ke-17 di MotoGP Argentina. “Perlombaan benar-benar sulit, tetapi Franco (Morbidelli) akhirnya meraih poin lainnya di sini. Dia memberikan penampilan yang bagus di Sirkuit Termas de Rio Hondo,” ujar Bartholemy, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Selasa (10/4/2018). “Tak hanya Morbidelli, saya pikir Thomas (Luthi) juga telah belajar banyak. Mereka berusaha keras untuk dapat memperbaiki penampilannya. Kami harus kembali mengambil momentum seperti ini di Texas,” lanjutnya. Bartholemy pun berharap torehan yang lebih apik dapat didapatkan para pembalapnya di seri-seri MotoGP selanjutnya. Hal ini diperlukan agar Marc VDS bisa menempati posisi yang apik di klasemen tim MotoGP 2018. Tak hanya itu, penampilan apik juga harus ditunjukkan pembalap Marc VDS agar bisa menyabet gelar Rookie of The Year pada musim ini. Hal tersebut menjadi salah satu impian yang ingin dicapai Marc VDS di MotoGP 2018. Bartholemy sendiri optimis dapat mewujudkan tekad tersebut pada akhir musim ini karena penampilan apik terus ditunjukkan pembalapnya.

Sunday, April 15, 2018

Marquez Mengaku Bersalah atas Insiden Rossi di Argentina

AUSTIN – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, akhirnya mengakui kesalahannya atas insiden dengan pembalap Tim Movistar Yamaha yakni Valentino Rossi di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Pada balapan seri kedua MotoGP 2018 tersebut, Marquez mengaku bersalah atas tindakannya tersebut.
Namun pembalap berpaspor Spanyol itu menolak anggapan jika ia melakukan tindakan tersebut karena disengaja. Bahkan ia sangat menyesal harus bersentuhan dengan The Doctor –julukan Rossi– dan membuat sang legenda terjatuh di lintasan tersebut. Ia pun menyadari bahwa menyentuh Rossi dalam kondisi tersebut adalah tindakan yang salah. Tetapi satu hal yang membuat Marquez tetap kukuh pada pendiriannya adalah ia harus menggeber motor dengan cepat agar bisa meraih hasil baik di balapan seri kedua tersebut. Namun beberapa insiden yang menimpanya sejak awal memang menjadi tidak menguntungkan baginya. “Saya akan tetap sama (dengan pernyataan sebelumnya), saya selalu ingin terus mendorong (motor dengan cepat), tetapi situasi di Argentina adalah hasil dari serangkaian keadaan,” ungkap Marquez, mengutip dari Crash, Kamis (19/4/2018). “Sayangnya saya menyentuh Valentino dan kemudian setelah dia bergeser ke rumput dia jatuh. Saya mengerti kesalahan itu, itu adalah kesalahan saya dan saya harus dihukum untuk itu. Tetapi apa yang terjadi dengan Valentino itu bisa saja terjadi dengan rekan setim,” tambahnya. Insiden tersebut terjadi ketika Marquez yang mendapat hukuman penalti di awal balapan harus menggeber motor secepat mungkin untuk bisa tampil terdepan bersama pembalap lainnya. Pasalnya akibat penalti di awal balapan membuat ia harus menempati posisi ke-19. Sebelum bertemu Rossi pun, The Baby Alien –julukan Marquez– melakukan sejumlah pelanggaran yang membuat sudah dimulai sejak awal. Salah satu yang paling mencolok adalah bersenggolannya dengan pembalap Tim Aprilia yakni Aleix Espargaro. Selain itu ada dua pembalap rookie dari Tim Marc VDS yakni Franco Morbidelli dan Thomas Luthi yang juga sempat mendapat gangguan dari Marquez. Setelah itu giliran sang juara dunia MotoGP tujuh kali yang terkena imbasnya. Rossi yang berada di posisi keenam, mendapat tekanan besar dari Marquez yang mencoba untuk menyalip. Alhasil, Marquez yang sudah tampil ganas sejak awal balapan sedikit melakukan aksi tidak terpuji dengan menyenggol Rossi hingga terjatuh ke pinggir lintasan. Beruntung Rossi berhasil bangkit namun harus puas finis di posisi ke-19. Sementara Marquez yang sejatinya sukses finis di posisi kelima, mendapat hukuman penalti kembali dan membuatnya mundur hingga ke posisi 18.

Saturday, April 14, 2018

Anak Didik Rossi Ini Tak Sabar Mengaspal di MotoGP 2018 Amerika Serikat

AUSTIN – Lanjutan kejuaraan dunia MotoGP musim 2018 bakal kembali berlangsung pada akhir pekan ini. Adalah Circuit of the Americas (COTA) yang berada di Amerika Serikat sebagai penyelengara seri ketiga MotoGP musim ini Sejumlah pembalap pun melakukan persiapan sebaik mungkin, agar bisa bisa meraih hasil terbaik dalam di lintasan dengan panjang 5.513 km tersebut, termasuk juga pembalap Tim Marc VDS Honda, Franco Moribidelli. Morbidelli sendiri memang memiliki kenangan manis di COTA ketika masih tampil di Moto2 pada tahun lalu. Yang mana pembalap didikan akademi balap milik Valentino Rossi tersebut mampu meraih podium kedua pada Moto2 musim lalu. Dengan fakta tersebut, membuat Morbidelli pun semakin percaya diri bisa meraih hasil luar biasa ketika mengaspal di COTA pada akhir pekan lalu. Terlebih penampilan Morbidelli sendiri di MotoGP sejauh ini cukup luar biasa. Franco Morbidelli (Franco Morbidelli, Foto: AFP) Bagaimana tidak dari dua balapan yang sudah berlalu, Morbidelli kini duduk di posisi ke- 14 pada klasemen sementara MotoGP 2018 dengan hanya terpaut tiga poin dari pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Hafizh Syahrin, yang berada tepat di atasnya. “COTA merupakan lintasan yang benar-benar sangat indah, dan saya selalu menanti-nantikan untuk bisa berada di sini pada setiap tahunnya,” ungkap Morbidelli, seperti dilaporkan oleh Speedweek, Kamis (19/4/2018). “Selain itu, saya memiliki kenangan luar biasa ketika membalap di sini, terutama pada tahun lalu. Saya mampu menunjukkan performa luar biasa dan berada di podium pertama. Itu adalah kenangan yang sangat menyenangkan,” sambungnya. “Namun apakah saya bisa mengulanginya bersama Marc VDS di tahun ini? Saya belum dapat memastikannya. Karena saya masih membutuhkan sejumlah catatan lap yang lebih baik bersama Honda,” tutup pembalap berusia 23 tahun itu.

Friday, April 13, 2018

Legenda MotoGP Ini Sebut Rossi Iri dengan Kehebatan Marquez

ROMA – Sebuah drama memang tersaji dalam lanjutan kejuaraan dunia MotoGP musim 2018 seri Argentina. Apalagi kalau bukan insiden yang melibatkan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dengan rider Tim Respol Honda, Marc Marquez.
Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo tersebut, Rossi dan Vinales memang terlibat persaingan sengit. Akibat persaingan itu, Rossi pun harus mengalami crash tepatnya di lap ke-20, lantaran motornya tersengol oleh Marquez. Meski begitu, Rossi masih mampu melanjutkan balapan dan finis di urutan ke-19. Sementara Marquez mampu menyudahi balapan di posisi kelima, namun ia harus menerima penalti dan turun ke urutan ke-18. Seusai balapan, Rossi pun melemparkan kritikannya terhadap manuver berbahaya yang dipraktekkan oleh Marquez. Tak hanya Rossi, sejumlah kalangan juga mengkritisi gaya membalap Marquez yang ‘liar’ tersebut. Valentino Rossi (Valentino Rossi, Foto: AFP) Akan tetapi sebuah pandangan berbeda justru diutarakan oleh salah satu legenda MotoGP, Giacomo Agostini. Pria berkebangsaan Italia tersebut justru memberikan pembelaannya kepada Marquez. Bahkan, Agostini tidak segan menyebut bahwa Rossi hanya iri dengan kehebatan yang dimiliki oleh Marquez, sehingga melakukan segala cara agar para pecinta MotoGP membenci pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. “Masalahnya adalah beberapa waktu lalu, Rossi memang pembalap nomor satu. Dan sekarang nomor satunya adalah Marquez. Sebelumnya, semua orang sependapat dengannya, sekarang tak seperti itu,” ucap Agostini, seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Kamis (19/4/2018). “Hal tersebut tentu tidak bisa diterima oleh seorang Rossi. Ia benar-benar merasa iri dengan apa yang didapat Marquez saat ini. Itu membuat dirinya melupakan sportivitas yang selalu dijunjung Rossi hingga balapan di Argentina kemarin,” tuntasnya.

Thursday, April 12, 2018

Rossi Jadikan MotoGP 2018 Amerika Serikat sebagai Momen Kebangkitan

AUSTIN – Sebuah drama memang tersaji dalam lanjutan kejuaraan dunia MotoGP musim 2018 seri Argentina. Apalagi kalau bukan insiden yang melibatkan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dengan rider Tim Respol Honda, Marc Marquez. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo pada dini hari WIB tadi, Rossi dan Vinales memang terlibat persaingan sengit. Akibat persaingan itu, Rossi pun harus mengalami crashi tepatnya di lap ke-20, lantaran motornya tersengol oleh Marquez. Meski begitu, Rossi masih mampu melanjutkan balapan dan finis di urutan ke-19. Sementara Marquez mampu menyudahi balapan di posisi kelima, namun ia harus menerima penalti dan turun ke urutan ke-18. Seusai balapan, Rossi pun melemparkan kritikannya terhadap manuver berbahaya yang dipraktekkan oleh Marquez. Tak hanya Rossi, kubu Tim Yamaha juga gusar dengan gaya membalap Marquez dengan mengusir pembalap asal Spanyol itu ketika ingin meminta maaf kepada Rossi dari paddock mereka.
Kini jelang berlangsungnya seri ketiga MotoGP 2018 yang bakal digelar di Circuit of the Americas (COTA), Rossi pun nampaknya sudah mulai sedikit melupakan insidennya dengan Marquez. Bahkan, pembalap berkebangsaan Italia tersebut menjadi MotoGP 2018 Amerika Serikat sebagai momen baginya untuk bangkit dari keterpurukan. “Tentu saja, melakoni balapan setelah mengalami akhir pekan yang buruk seperti Argentina memanglah bukan hal mudah. Namun kami harus bersikap profesional,” ungkap Rossi, seperti dilaporkan oleh Tuttomotoriweb, Kamis (19/4/2018). “Saya percaya diri. Saya selalu bahagia bisa di Texas. Saya suka suasana dan trek di sini. Saya tak memulai musim dengan baik, tapi semoga bisa raih hasil bagus di Austin. Kami akan melakukan yang terbaik,” tuntas pembalap berusia 39 tahun tersebut.

Tuesday, April 10, 2018

Rekor Impresif di Austin Bikin Marquez Pede Raih Kemenangan Perdana di MotoGP 2018

Rekor Impresif di Austin Bikin Marquez Pede Raih Kemenangan Perdana di MotoGP 2018 AALST – Circuit of the America (COTA) akan menjadi target pembalap andalan Repsol Honda, Marc Marquez untuk bisa meraih kemenangan pertamanya pada musim ini. Pasalnya dari dua seri pembuka MotoGP 2018, dirinya belum merasakan finis di urutan pertama. Hasil terbaik yang di raih rider berusia 23 tahun itu adalah podium kedua di Sirkuit Losail Qatar. Marquez mengatakan dalam kondisi yang sangat siap jelang seri ketiga di Amerika Serikat. Semenjak COTA menjadi tuan rumah MotoGP pada 2013, Marquez selalu keluar menjadi pemenang race (2013-2017).
“Ini adalah sirkuit yang bagus. Atmosfer di sini juga baik. Saya memiliki kenangan indah dengan sirkuit ini. Di sini saya mendapatkan pole pertama saya juga kemenangan MotoGP pertama saya. Saya merasa kuat setelah mendapat juara sejak saat itu. Jadi ini adalah waktu yang tepat dan tempat yang bagus untuk mencoba dan mendapatkan hasil yang sempurna,” ujar Marquez dikutip dari GPone, Kamis (19/4/2018). Meskipun menorehkan catatan sempurna di GP Austin, Marquez tetap waspada dengan rider lain yang menjadi saingannya. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu mengatakan, kondisi balapan setiap musim pasti berbeda dan menurutnya semua hal bisa terjadi di lintasan. “Setiap musim berbeda. Kondisi motor, keadaan ban, juga lintasan. Semua hal bisa terjadi di lintasan. Dan tahun ini beberapa pekerjaan dilakukan untuk mengurangi guncangan di lintasan, jadi kami akan melihat bagaimana hasil yang sudah mereka (pengelola sirkuit) lakukan,” sambung juara dunia empat kali MotoGP tersebut. Rider kelahiran Cervera, Spanyol itu telah melakukan persiapan yang maksimal dengan timnya jelang GP Austin akhir pekan ini. Marquez berharap usaha yang ia dan tim lakukan mendapat hasil maksimal. “Seperti yang telah kami lakukan sejauh ini, selama akhir pekan kami akan memfokuskan pekerjaan kami pada pengaturan balapan, dan kemudian pada hari Minggu kami akan melihat di mana kami dapat menyelesaikannya,” tutup rider asal Spanyol tersebut.

Terkait Masa Depannya, Rins: Tak Ada yang Lebih Baik ketimbang Suzuki!

AUSTIN – Kiprah Alex Rins dalam melalui tahun perdananya berkiprah di kejuaraan dunia MotoGP bersama Tim Suzuki Ecstar di musim 2017 memang berjalan tak lancar. Sempat diprediksi bakal menjadi pembalap penuh kejutan, Rins justru gagal menunjukkan performa impresifnya. Prediksi banyak kalangan mengenai kemampuan hebat Rins memang nyaris menjadi realita ketika dirinya mentas pada seri pembuka di Qatar. Pada saat itu, pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut mampu menyelesaikan balapan dengan menempati urutan 10 besar atau tepatnya di posisi sembilan. Akan tetapi awal petaka Rins bermula ketika dirinya mentas di seri Argentina. Rins mengalami kecelakaan dan gagal menyelesaikan balapan yang digelar di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo tersebut. Imbas dari kecelakaan di MotoGP Argentina nyatanya di luar perkiraan para manajemen Tim Suzuki. Rins divonis mengalami cedera tanggan, dan harus absen lima seri selanjutnya. Setelah pulih, Rins gagal menemukan bentuk performa yang sesungguhnya dengan finis pada posisi 17 di seri Belanda dan 21 di seri Jerman. Alex Rins (Alex Rins, Foto: AFP) Namun perbaikan performa mampu ditunjukkan Rins pada MotoGP 2018. Bahkan dalam balapan seri kedua yang berlangsung di Autodromo Termas de Rio Hondo, Rins mampu meraih podium kedua. Kondisi tersebut pun membuat Rins nampaknya sudah menemukan performa terbaiknya sebagai seorang pembalap. Bahkan, Rins bertekad untuk bertahan bersama Tim Suzuki ketika kontraknya berakhir pada akhir musim ini. Baca Juga: Rins Optimis Dapat Bawa Suzuki Raih Gelar Juara di MotoGP “Di mana saya berada pada (kejuaraan dunia) tahun depan? Tentu saja saya ingin tetap berada di sini (Tim Suzuki). Sebab, saya tidak melihat ada pilihan lain daripada Suzuki,” ungkap Rins, seperti disadur dari Motorsport, Kamis (19/4/2018). “Tidak hanya itu, saya juga tidak melihat terdapat alasan bagi saya untuk meninggalkan mereka. Saya mendapatkan segalanya di sini, yakni motor yang kompetitif dan suasana tim laiknya sebuah keluarga,” tutupnya.

Monday, April 9, 2018

Persiapan Matang Dovizioso Jelang Race di MotoGP Amerika Serikat 2018 BOLOGNA - Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, berharap bisa meraih kemenangan di GP Austin. Pada race sebelumnya, Dovizioso tampil kurang meyakinkan kala melakoni balapan seri kedua MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Pasalnya, Dovizioso hanya menyelesaikan balapan di urutan keenam. Hasil di Argentina tesebut lebih buruk ketimbang saat The Little Dragon –julukan Dovizioso– menjalani seri pembuka MotoGP Qatar 2018. Pada balapan yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar tersebut, rider berpaspor Italia berhasil berhasil meraih podium pertama dengan catatan waktu 42 menit 34,654 detik. “Di Termas (Argentina) kami berhasil membawa pulang tempat keenam, Tentu saja hasil tesebut berada di bawah harapan kami. Tetapi kami tetap memandang positif dalam kejuaraan ini, terutama race selanjutnya. Sekarang kami tiba di Austin, yang merupakan trek yang sangat bagus, namun juga pasti menyulitkan,” ujar Dovizioso dikutip dari Speedweek, Kamis (19/4/2018).
Dovizioso pun menyadari jika Desmosedici akan sulit bersaing di Austin. Namun ia sangat mengharapkan raihan podium pada seri pertama di Qatar bisa terulang pada balapan di Circuit of the Americas (COTA). Pembalap berpaspor Italia itu kini tengah memfokuskan diri untuk mempersiapkan penampilannya secara maksimal. “Kami harus mempertimbangkan kondisi lintasan. Tahun lalu terlalu banyak guncangan. Kondisi ban juga bisa berdampak pada race akhir pekan nanti. Itu juga menjadi faktor yang menjadi perhatian kami,” sambung rider berusia 32 tahun itu. “Bagaimanapun juga kami tahu kekuatan kami. Dan kami juga tahu aspek mana yang kami kerjakan. Jadi sangat penting untuk segera turun di sesi latihan bebas pertama agar kami bisa mempersiapkan balapan dengan lebih baik. Kami harus terus bekerja keras dan meningkatkan kecepatan kami, dan meskipun Austin adalah sirkuit yang agak rumit, apa pun bisa terjadi,” lanjut Dovizioso Dovizioso akan berjuang keras untuk menghadapi balapan yang akan dihelat akhir pekan ini. Hal tersebut untuk menjaga kesempatan agar dapat meraih gelar juara MotoGP musim ini. Saat ini rider bernomor motor 04 itu berada di peringkat kedua klasemen sementara MotoGP 2018 dengan torehan 35 poin, tertinggal tiga angka dari Cal Crutchlow (LCR Honda) di puncak klasemen.

Sunday, April 8, 2018

Poncharal: Zarco adalah Pembalap Tim Yamaha Terbaik Saat Ini!

Poncharal: Zarco adalah Pembalap Tim Yamaha Terbaik Saat Ini! AUSTIN – Performa salah satu pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, dalam mengikuti kejuaraan dunia MotoGP musim 2018 memang cukup menjanjikan. Bagaimana tidak dalam dua balapan yang sudah berlalu, Zarco mampu mengklaim satu podium. Hal tersebut terjadi ketika Zarco tampil di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo beberapa waktu silam. Dalam balapan tersebut, Zarco mampu memastikan diri sebagai pembalap tercepat kedua yang menyentuh garis finis. Baca Juga: Poncharal Yakin Kembali Raih Hasil Memuaskan di MotoGP Amerika Serikat Zarco hanya berselisih beberapa detik dari pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, yang berhasil meraih podium pertama. Keberhasilan itu pun mengantarkan Zarco bertengger di posisi ketiga pada klasemen sementara MotoGP 2018. Dengan catatan tersebut, tidak salah apabila banyak yang berpendapat bahwa Zarco merupakan pembalap Tim Yamaha terbaik saat ini, mengingat dua rider Tim Pabrikan, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, masih menempati urutan di bawahnya. Johann Zarco
(Johann Zarco, Foto: AFP) Perihal tersebut pun didukung penuh oleh bos Tim Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal, beberapa saat lalu. Poncharal juga tak segan membeberkan apa yang membuat Zarco begitu tampil luar biasa sepanjang musim ini. “Pada saat ini keempat pembalap Yamaha menggunakan chassis yang sama, yang mana merupakan chassis Tim Yamaha pada kejuaraan dunia 2016,” jelas Poncharal, seperti disadur dari Speedweek, Kamis (19/4/2018). “Hal yang membedakan adalah tim pabrikan menggunakan mesin baru, sementara kami memiliki mesin 2016. Jika melihat fakta itu, wajar jika kami mengatakan bahwa Johann adalah pembalap Yamaha terbaik saat ini,” lanjut pria asal Prancis tersebut. “Itu karena dirinya mampu tetap bersaing dan bahkan lebih unggul dalam beberapa balapan dibandingkan tim pabrikan, meski kita hanya menggunakan mesin 2016. Apa yang membuatnya begitu cepat? Saya tak mengetahui itu dengan pasti,” tutupnya.

Saturday, April 7, 2018

Presiden FIM Peringatkan Marquez dan Rossi

Presiden FIM Peringatkan Marquez dan Rossi
MIES – Presiden Federation International Motorcycle (FIM), Vito Ippolito memberikan terguran kepada rider Repsol Honda, Marc Marquez dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha). Ippolito mengatakan, kedua pembalap andal itu harus saling menjaga sikap agar insiden pada seri kedua di Argentina tersebut tidak berlanjut di luar lintasan. Sebelumnya, kedua rider tersebut terlibat insiden di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Hukuman di awal balapan (ride through penalty) yang didapat Marquez membuat dirinya tampil ngotot untuk membalap para rider di depannya. Pada lap 20, usaha Marquez menggeser The Doctor –julukan Rossi– di posisi keenam justru mengakibatkan mantan rider Ducati itu terjatuh. Alhasil akibat insiden tersebut, Rossi harus puas mengakhiri balapan di tempat ke-19. Luapan emosi Rossi dan krunya pun jelas terlihat. Bahkan kedatangan Marquez ke paddock Yamaha usai balapan tidak diterima oleh pihak The Doctor. Rider berusia 39 tahun itu juga mengeluarkan komentar keras atas tindakan Marquez Ippolito tidak membenarkan sikap kedua rider setelah insiden yang terjadi di Argentina. Sebelumnya Marquez telah mengakui manuver berbahaya yang menyebabkan Rossi terjatuh adalah kesalahannya. Namun, The Baby Alien bersikeras tidak akan mengubah gaya balapnya di lintasan. Beberapa hari setelahnya, Rossi mem-posting foto di jejaring sosialnya dengan kalimat yang menyinggung Marquez. Presiden FIM tersebut menilai tindakan yang dilakukan Rossi dan Marquez bisa memecah belah fans mereka. "Kami tidak suka bahwa Marc mengatakan dia akan terus mengemudi seperti yang selalu dia lakukan. Sama seperti kami tidak suka posting di jejaring sosial Valentino di mana dia menulis 'race yang sulit dihancurkan oleh pembalap berbahaya'. Kita tidak boleh menggerakkan hati para fans. Keduanya harus tenang,” Kata Ippolito dikutip dari Tuttomotoriweb, Kamis (19/4/2018). Kedua juga pembalap dilarang untuk hadir saat konferensi pers jelang race di Austin. Hal ini untuk menghindari masalah yang lebih rumit antara Rossi dan Marquez. Mereka baru akan bertatap muka pada saat menjalani sesi latihan bebas pertama yang akan dilakukan pada Jumat 20 April 2018.

Friday, April 6, 2018

Persiapan Matang Dovizioso Jelang Race di MotoGP Amerika Serikat 2018

Persiapan Matang Dovizioso Jelang Race di MotoGP Amerika Serikat 2018 BOLOGNA - Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, berharap bisa meraih kemenangan di GP Austin. Pada race sebelumnya, Dovizioso tampil kurang meyakinkan kala melakoni balapan seri kedua MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Pasalnya, Dovizioso hanya menyelesaikan balapan di urutan keenam. Hasil di Argentina tesebut lebih buruk ketimbang saat The Little Dragon –julukan Dovizioso– menjalani seri pembuka MotoGP Qatar 2018. Pada balapan yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar tersebut, rider berpaspor Italia berhasil berhasil meraih podium pertama dengan catatan waktu 42 menit 34,654 detik.
“Di Termas (Argentina) kami berhasil membawa pulang tempat keenam, Tentu saja hasil tesebut berada di bawah harapan kami. Tetapi kami tetap memandang positif dalam kejuaraan ini, terutama race selanjutnya. Sekarang kami tiba di Austin, yang merupakan trek yang sangat bagus, namun juga pasti menyulitkan,” ujar Dovizioso dikutip dari Speedweek, Kamis (19/4/2018). Dovizioso pun menyadari jika Desmosedici akan sulit bersaing di Austin. Namun ia sangat mengharapkan raihan podium pada seri pertama di Qatar bisa terulang pada balapan di Circuit of the Americas (COTA). Pembalap berpaspor Italia itu kini tengah memfokuskan diri untuk mempersiapkan penampilannya secara maksimal. “Kami harus mempertimbangkan kondisi lintasan. Tahun lalu terlalu banyak guncangan. Kondisi ban juga bisa berdampak pada race akhir pekan nanti. Itu juga menjadi faktor yang menjadi perhatian kami,” sambung rider berusia 32 tahun itu. “Bagaimanapun juga kami tahu kekuatan kami. Dan kami juga tahu aspek mana yang kami kerjakan. Jadi sangat penting untuk segera turun di sesi latihan bebas pertama agar kami bisa mempersiapkan balapan dengan lebih baik. Kami harus terus bekerja keras dan meningkatkan kecepatan kami, dan meskipun Austin adalah sirkuit yang agak rumit, apa pun bisa terjadi,” lanjut Dovizioso Dovizioso akan berjuang keras untuk menghadapi balapan yang akan dihelat akhir pekan ini. Hal tersebut untuk menjaga kesempatan agar dapat meraih gelar juara MotoGP musim ini. Saat ini rider bernomor motor 04 itu berada di peringkat kedua klasemen sementara MotoGP 2018 dengan torehan 35 poin, tertinggal tiga angka dari Cal Crutchlow (LCR Honda) di puncak klasemen.

Thursday, April 5, 2018

Pengamat MotoGP: Marquez-Rossi Sama-Sama Berwatak Buruk!

Pengamat MotoGP: Marquez-Rossi Sama-Sama Berwatak Buruk! ROMA – Sebuah drama memang tersaji dalam lanjutan kejuaraan dunia MotoGP musim 2018 seri Argentina. Apalagi kalau bukan insiden yang melibatkan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dengan rider Tim Respol Honda, Marc Marquez. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo pada dini hari WIB tadi, Rossi dan Vinales memang terlibat persaingan sengit. Akibat persaingan itu, Rossi pun harus mengalami crash tepatnya di lap ke-20, lantaran motornya tersenggol oleh Marquez.
Baca Juga: Agostini Imbau Rossi Cari Pekerjaan Lain jika Takut Bersaing dengan Marquez Meski begitu, Rossi masih mampu melanjutkan balapan dan finis di urutan ke-19. Sementara Marquez mampu menyudahi balapan di posisi kelima, namun ia harus menerima penalti dan turun ke urutan ke-18. Seusai balapan, Rossi pun melemparkan kritikannya terhadap manuver berbahaya yang dipraktikkan oleh Marquez. Tak hanya Rossi, kubu Tim Yamaha juga gusar dengan gaya membalap Marquez dengan mengusir pembalap asal Spanyol itu ketika ingin meminta maaf kepada Rossi dari paddock mereka. Panasnya hubungan Rossi dengan Marquez pun mengundang tanggapan dari sejumlah kalangan, termasuk pembalap dari MotoGP sendiri. Mereka berharap agar Rossi dan Marquez bisa menyudahi perang kata-katanya dan kembali berdamai. Mengetahui kondisi tersebut membuat salah satu pengamat MotoGP, yakni Maurizio Bruscolini, memberikan komentarnya. Menurut pandangan Bruscolini, baik Rossi atau pun Marquez layak disalahkan atas insiden tersebut. Baca Juga: Agostini: Ada yang Lebih Parah ketimbang Insiden Rossi-Marquez “Valentino Rossi yang sesungguhnya adalah apa yang kita lihat ketika balapan di MotoGP Argentina berlangsung, penuh dendam dan dengki, bukan apa yang diberitakan jurnalis selama ini,” cetus Bruscolini, seperti disadur dari AS, Kamis (19/4/2018). “Akan tetapi, faktanya Marquez bahkan lebih memiliki sifat yang buruk daripada Rossi. Saya merasa bahwa keduanya sama-sama bersalah atas apa yang terjadi di Rio Hondo beberapa waktu lalu,” tutup pria berpaspor Italia tersebut.