Saturday, May 5, 2018

Rossi Pilih Fokus Balapan ketimbang Pikirkan Masalahnya dengan Marquez

AUSTIN – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku tidak terlalu memikirkan masalahnya dengan rider Repsol Honda, yakni Marc Marquez, akan berlanjut atau tidak. Menurut pembalap berjuluk The Doctor itu, ia lebih memilih untuk memikirkan balapan selanjutnya yang akan dilaksanakan di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, Senin 23 April 2018 dini hari WIB. Insiden antara Rossi dan Marquez menjelang balapan seri Amerika Serikat memang masih hangat dibicarakan oleh para penikmat MotoGP. Pasalnya, dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina itu, Rossi harus menanggung kerugian yang cukup besar karena ulah mengendara Marquez yang terlalu liar.
Alhasil, Rossi terjatuh dari motornya karena disenggol oleh The Baby Alien –julukan Marquez– ketika balapan memasuki lap ke-20. Meskipun The Baby Alien sudah meminta maaf ketika menjatuhkan Rossi, namun The Doctor tetap tidak menerima perilaku yang sudah ditunjukkan Marquez tersebut. Rossi pun bersusah payah agar dapat mencapai garis finis dan harus puas berada di urutan ke-19. Kendati demikian, Rossi mengaku tidak terlalu memikirkan apakah permasalahan tersebut akan berlanjut di COTA atau tidak. Menurut pembalap berpaspor Italia itu, ia lebih mementingkan bagaimana caranya agar keluar sebagai pemenang di balapan tersebut. “Sejujurnya, saya tidak terlalu tahu (terkait masa depan permasalahannya dengan Marquez). Satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah mengenai masa depan dan tentang balapan akhir pekan ini,” ucap Rossi, dikutip dari Crash, Jumat (20/4/2018). “Saya pikir sangat penting untuk kembali fokus ke lintasan balap dan mengendarai motor saya. Mencoba untuk memperlihatkan kemampuan semaksimal mungkin dan bekerja keras dengan tim,” tambah pembalap berusia 39 tahun itu. Usai tidak membawa poin sama sekali kala melakoni seri Argentina, lantas membuat Rossi ingin tampil sebagai pemenang di balapan selanjutnya. Hal tersebut tentu diperlukan agar The Doctor dapat terus bersaing untuk meraih gelar juara MotoGP 2018. Akan tetapi, keinginan Rossi untuk menjadi yang teratas pada podium di seri Amerika Serikat tampaknya agak sedikit sulit. Sebagaimana diketahui, Marquez sudah meraih kemenangan lima kali secara beruntun dalam kompetisi yang diselenggarakan di Negeri Paman Sam tersebut. Meski begitu, Rossi tetap optimis dapat meraih hasil yang maksimal. “Sebenarnya, saya sangat senang berada di sini (GP Amerika Serikat) karena lintasan ini sangatlah sulit. Jadi, Anda memiliki banyak tugas yang harus dipersiapkan. Lintasan tersebut sangat panjang dan memiliki banyak sekali tikungan. Kami harus memikirkan hal tersebut. Kami harus bekerja semaksimal mungkin,” tutup Rossi.

Friday, May 4, 2018

Aleix Espargaro Enggan Pesimis Setelah Jalani 2 Balapan Mengecewakan

Aleix Espargaro Enggan Pesimis Setelah Jalani 2 Balapan Mengecewakan
AUSTIN – Hasil tidak memuaskan didapat pembalap Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro, pada dua seri pertama MotoGP 2018 yang masing-masing dilangsungkan di Sirkuit Losail, Qatar, dan Termas de Rio Hondo, Argentina. Namun begitu, nyatanya Espargaro enggan pesimis dan tetap percaya diri menyambut balapan berikutnya. Pada balapan seri pembuka di Qatar, Espargaro hanya mampu menyelesaikan balapan dengan finis di posisi ke-19. Sedangkan saat berlaga di Argentina, pembalap berpaspor Spanyol itu justru tak bisa melaju hingga garis finis. Espargaro juga sempat bersinggungan dengan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, pada balapan di Argentina tersebut. Tak ayal, saat ini Espargaro pun masih berada di posisi bawah klasemen pembalap karena belum memperoleh poin satu pun. Diakui oleh pembalap 28 tahun itu bahwa kegagalannya di dua seri sebelumnya berada di luar kendalinya. Maka dari itu, ia tidak merasa begitu kecewa atau menyalahkan diri sendiri. Maverick Vinales vs Aleix Espargaro Pasalnya, di dua balapan tersebut Espargaro menilai kalau ia telah mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin. Namun, pada kenyataannya apa yang terjadi di lintasan dan hasil yang didapat bicara lain. Setelah dua balapan tersebut, Espargaro mengaku kalau ia sempat berada pada posisi yang sulit. Kendati demikian, kini jelang seri ketiga MotoGP 2018 yang bakal dihelat di Sirkuit Austin, Amerika Serikat, Espargaro sudah berada pada kondisi terbaiknya lagi. Disebutkan olehnya faktor yang membuatnya kembali optimis adalah karena ia telah beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarganya. “Qatar dan Argentina bukanlah dua balapan yang beruntung bagi saya. Pada dua kesempatan itu, saya sebenarnya merasa bagus dan kami telah mempersiapkan dengan baik untuk balapan, namun kami tidak bisa memperoleh poin karena masalah-masalah tak terduga,” ucap Espargaro, menukil dari Crash, Jumat (20/4/2018). “Selama jeda sebelum balapan di Texas, saya mencoba beristirahat dan memulihkan energi saya bersama keluarga saya – semacam mengulang kembali untuk menemukan perasaan positif jelang balapan berikutnya. Itu tidaklah mudah, namun saya tahu bahwa saya selalu memberikan semuanya. Jadi, kami harus tetap fokus dan melanjutkan pekerjaan,” pungkas Espargaro.

Thursday, May 3, 2018

Morbidelli Masih Butuhkan Banyak Waktu untuk Beradaptasi dengan RC213V

Morbidelli Masih Butuhkan Banyak Waktu untuk Beradaptasi dengan RC213V
AUSTIN – Pembalap Marc VDS Honda, Franco Morbidelli, mengaku masih membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk beradaptasi dengan kuda besi RC213V miliknya. Ia menilai saat ini masih belum menemukan perasaan yang tepat dengan motor Honda. Sebagaimana diketahui, mantan pembalap Moto2 tersebut hanya mampu finis di urutan ke-12 dalam balapan pembuka di Sirkuit Losail, Qatar pada Minggu 18 Maret 2018. Tentunya hasil ini masih belum terlalu buruk bagi seorang pemula, pasalnya ia masih memiliki kemampuan untuk bersaing dengan kompetitif melawan para pembalap senior. Pada balapan seri kedua di Argentina pada 9 April 2018, Morbidelli justru semakin merosot dengan finis di posisi ke-14. Meski demikian, anak didik pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi tersebut masih mampu meladeni tekanan yang diberikan oleh pembalap Ducati Corse, Jorge Lorenzo yang tepat berada di belakangnya. Singkat kata, pembalap berkebangsaan Italia tersebut mengaku masih membutuhkan lebih banyak waktu dengan motor Hondanya dengan upaya menambah pengalaman dan jam terbang membalap di kelas MotoGP. Ia juga masih perlu memahami karakteristik ban Michelin untuk dipergunakan dalam setiap lintasan. Morbidelli juga menilai balapan di Sirkuit Austin, Texas, Amerika Serikat, akan menuntut kekuatan fisik yang sangat besar. Pasalnya terdapat banyak tikungan dengan zona pengereman keras serta bentuk lintasan yang sangat teknis. Oleh sebab itu ia mengatakan akan terus bekerja keras dengan timnya agar menemukan pengaturan terbaik untuk melintasi sirkuit sepanjang 5,5 kilometer tersebut. “Saya masih membutuhkan lebih banyak putaran dengan menggunakan RC213V. Lebih banyak pembalap dan lebih banyak pekerjaan untuk memahami motor dan ban dengan lebih baik,” cetus Morbidelli, sebagaimana diberitakan Honda Pro Racing, Jumat (20/4/2018 “Singkatnya, kami membutuhkan lebih banyak pengalaman, jadi sekarang, setiap balapan adalah kesempatan untuk melanjutkan proses pembelajaran. Membalap di COTA sangat menuntut kekuatan fisik, tetapi ini juga sangat teknis, sehingga menemukan pengaturan yang baik dengan cepat akan sangat penting,” sambungnya.

Wednesday, May 2, 2018

Crutchlow Bahagia Pembalap Tim Satelit Tampil Kompetitif di MotoGP 2018

Crutchlow Bahagia Pembalap Tim Satelit Tampil Kompetitif di MotoGP 2018
AUSTIN – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mengaku senang karena dirinya dan para rider satelit lain tampil luar biasa di awal-awal balapan MotoGP 2018. Terlebih lagi, dalam seri grand prix (GP) Argentina, Crutchlow dan Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3) dapat menempati posisi podium. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Crutchlow memang tampil luar biasa. Pasalnya, ia harus bersaing ketat dengan pembalap–pembalap lain dalam race tersebut. Belum lagi kondisi lintasan yang tidak menentu, ada masih basah dan ada pula yang sudah mengering. Hal itu dikarenakan sebelum balapan, lintasan sempat diguyur hujan. Meski begitu, Crutchlow mampu mengatasi permasalahan tersebut dan keluar sebagai pemenang dalam balapan tersebut. Sementara itu, pembalap tim satelit lainnya, yakni Zarco finis di urutan kedua dan Jack Miller (Pramac Ducati) berada di posisi keempat. Tak ayal, Crutchlow pun mengaku senang karena para pembalap tim satelit dapat berbicara banyak di dua seri balapan MotoGP 2018, khususnya pada GP Argentina. Menurutnya, dengan perbedaan sumber daya yang dimiliki tim satelit dan tim pabrikan, tak membuat mereka tidak mampu tampil kompetitif. “Perbedaan kami (tim satelit) dengan tim pabrikan hanyalah pada sumber dayanya, namun hal itu memang cukup besar. Terlepas dari hal tersebut, sangat membanggakan bagi kami bertiga (Crutchlow, Zarco, dan Miller) dapat tampil kompetitif dengan tim pabrikan lainnya,” ucap Crutchlow, seperti yang diwartakan Crash, Jumat (20/4/2018). “Di seri Qatar, kami bertiga memang sudah tampil kompetitif dengan tim pabrikan lainnya. Saya tahu ini baru di awal musim. Ketika memasuki pertengahan tahun, mungkin saja kami finis beberapa menit di belakang mereka. Saya tidak tahu pasti akan hasilnya nanti. Akan tetapi, untuk sekarang ini, sangat bagus bahwa saya dapat memenangkan suatu balapan,” tambah pembalap berpaspor Inggris itu. Kini, pembalap berusia 32 tahun itu berada di puncak klasemen sementara MotoGP 2018 dengan perolehan 38 poin. Crutchlow unggul tiga angka dari pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso, yang duduk di posisi kedua.

Tuesday, May 1, 2018

Espargaro: Apa yang Dilakukan Marquez dan Petrucci Bahayakan Pembalap Lain!

AUSTIN – Meski balapan seri MotoGP Argentina 2018 telah usai, pembalap Tim Aprilia Gresini mengaku masih geram dengan dua pembalap, yakni Marc Marquez (Repsol Honda) dan Danilo Petrucci (Pramac Ducati) yang telah melakukan tindakan berbahaya dalam balapan tersebut. Pasalnya, kedua rider tersebut sempat menyenggol Espargaro ketika balapan berlangsung. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo tersebut, Espargaro memang bernasib sial lantaran dua kali harus disenggol pembalap lain. Terlebih lagi, ia gagal mencapai garis finis di balapan tersebut. Hal tersebut tentu membuat Espargaro geram. Pasalnya, lagi-lagi Espargaro pulang tanpa membawa poin di balapan tersebut. Lantas, Espargaro pun menyebut tindakan kedua pembalap tersebut sudah dapat dikatakan sebagai menabrak rider lain, dan bukan lagi sebuah kontak yang membuat balapan berlangsung sengit. Menurutnya, hal tersebut sangat berbanding jauh. “Dalam suatu balapan, saling beradu atau saling melakukan kontak dengan pembalap lain adalah hal yang wajar. Sebenarnya, saya adalah pembalap yang mendukung hal tersebut. Jika hal tersebut tidak terjadi, maka race akan sangat membosankan,” ucap Espargaro, seperti diwartakan Crash, Jumat (20/4/2018). “Beradu kontak dan melewati pembalap lain dengan sangat ketat, saya setuju akan hal tersebut. Itu sangat menyenangkan. Memberikan adrenalin untuk orang-orang. Tapi, satu hal yang perlu diingat, melakukan kontak dengan menabrak pembalap lain adalah hal yang berbeda. Secara jelas itu adalah dua hal yang berbeda dan hal tersebut tidak terlalu sulit untuk membedakannya,” lanjut pembalap berusia 28 tahun itu. Menurut Espargaro, jika pembalap menyentuh rider lain untuk melewatinya tentu merupakan hal yang wajar. Apalagi di dalam gelaran balap MotoGP, tentu itu akan menjadi bumbu-bumbu penyedap dalam sebuah race. Akan tetapi, apa yang dilakukan Marquez dan Petrucci kepadanya adalah bukanlah sebuah kontak biasa, melainkan ditabrak. Kendati demikian, Espargaro dan Aprilia Gresini merencanakan akan melaporkan tindakan Marquez dan Petrucci tersebut kepada pihak komisi keamanan MotoGP. Hal itu agar dapat diberikan sanksi yang setimpal atas perbuatan yang telah mereka lakukan pada seri Argentina.